Kenapa Banyak Orang Merasa Hidupnya Capek, Padahal Tidak Sedang Gagal ?
![]() |
| Kenapa Banyak Orang Merasa Hidupnya Capek, Pdahal Tidak Sedang Gagal? Gambar : gorbysaputra.com |
Capek yang Tidak Punya Nama
Ada satu rasa yang sekarang makin sering muncul dalam hidup banyak orang.
Bukan bangkrut. Bukan depresi berat. Bukan juga kegagalan besar.
Tapi capek.
- Capek bangun pagi.
- Capek buka ponsel.
- Capek lihat notifikasi.
- Capek dengar cerita sukses orang lain.
Capek merasa “harus” ini dan itu, padahal tidak tahu mulai dari mana.
Yang aneh, kalau ditanya:
“Kamu kenapa?”
Jawabannya sering:
“Nggak kenapa-kenapa sih. Hidup ya gini aja.”
Di titik ini, banyak orang tidak merasa gagal, tapi juga tidak merasa hidupnya benar-benar utuh.
Dan ini bukan perasaan pribadi semata. Ini pola.
Capek Ini Bukan Karena Lemah, Tapi Karena Lingkungan Berubah
- Kalau kita jujur melihat ke sekitar, cara hidup manusia hari ini sudah sangat berbeda dibanding 10–15 tahun lalu.
Bukan hanya soal teknologi, tapi ritme hidup.
Dulu Capek Fisik, Sekarang Capek Mental
Dulu:
- Pulang kerja capek badan
- Istirahat = selesai
Sekarang:
- Badan diam
- Pikiran tidak pernah berhenti
Otak terus:
- membaca
- membandingkan
- menilai
- merespons
- menahan diri
Scroll sebentar, tahu:
- siapa yang sukses ?
- siapa yang viral ?
- siapa yang lebih cepat ?
- siapa yang terlihat “menang” ?
Tanpa sadar, otak bekerja tanpa jeda, bahkan saat tubuh duduk diam.
Sistem Digital Tidak Jahat, Tapi Tidak Netral
Ini penting untuk dipahami tanpa emosi. Platform digital bukan musuh, tapi juga bukan ruang kosong yang netral.
Semua yang Kita Lihat Sudah Melewati Penyaringan
Apa yang muncul di layer ?:
- video
- berita
- komentar
- iklan
- tren
- Bukan kebetulan.
Semua dipilih berdasarkan:
- apa yang sering dilihat ?
- apa yang membuat kita bertahan lebih lama ?
- apa yang memicu reaksi ?
Bukan untuk menyakiti, tapi untuk menjaga perhatian tetap tinggal. Dan perhatian manusia hari ini = nilai ekonomi.
Kenapa Rasanya Harus Terus Ikut, Takut Tertinggal
Ada tekanan yang tidak tertulis, tapi terasa.
Takut Tidak Update, Takut Tidak Relevan
Banyak orang:
- ikut tren, bukan karena suka
- belajar hal baru, bukan karena butuh
- kerja lebih keras, bukan karena ingin
Tapi karena:
“Takut ketinggalan.”
- Ini bukan soal ambisi besar.
- Ini soal bertahan secara sosial dan psikologis.
Bahkan Diam Sekarang Terasa Seperti Kesalahan
- Kalau tidak posting → merasa hilang
- Kalau tidak aktif → merasa tidak ada nilai
- Kalau tidak berkembang → merasa tertinggal
Padahal:
- manusia butuh jeda
- butuh lambat
- butuh hening
Tapi sistem tidak memberi penghargaan pada diam.
Hidup Terasa Berat Karena Semua Hal Diukur
Hari ini hampir semua hal punya angka.
Angka yang Diam-diam Membentuk Harga Diri
- views
- likes
- komentar
- followers
- rating
- performa
Angka ini awalnya alat bantu.
Tapi lama-lama berubah jadi cermin nilai diri.
Masalahnya:
- angka naik → senang sesaat
- angka turun → ragu pada diri sendiri
Padahal angka tidak pernah mengukur utuh manusia.
Kenapa Banyak Orang Merasa Capek Tapi Tidak Bisa Menjelaskan
Karena capek ini tidak kasat mata.
- Tidak Ada Luka, Tapi Ada Beban
- Tidak ada gips.
- Tidak ada perban.
- Tidak ada diagnosis jelas.
Yang ada:
- susah fokus
- cepat lelah
- mudah terdistraksi
- sulit puas
Dan sering disalahartikan sebagai:
- malas
- kurang bersyukur
- kurang usaha
Padahal ini lebih dekat ke kelelahan adaptasi.
Dunia Nyata Tidak Hilang, Tapi Cara Kita Menjalani Berubah
Manusia tetap:
- bekerja
- berelasi
- bermimpi
- mencari makna
Yang berubah adalah medannya.
Dunia Digital Menjadi Lapisan Tambahan Kehidupan
Sekarang hidup tidak hanya:
- di rumah
- di kantor
- di jalan
Tapi juga:
- di layar
- di algoritma
- di data
- di persepsi publik
Ini menambah peluang, tapi juga menambah beban tak terlihat.
Jadi, Apa Sebenarnya yang Sedang Terjadi?
Banyak orang bukan gagal.
Mereka hanya hidup di sistem yang:
- bergerak sangat cepat
- menuntut adaptasi terus-menerus
- jarang memberi ruang berhenti
Capek yang dirasakan hari ini adalah sinyal, bukan kelemahan.
Sinyal bahwa:
- cara hidup sedang bergeser
- cara bekerja berubah
- cara menilai diri perlu ditinjau ulang
Tulisan ini bukan solusi.
Bukan juga penghakiman.
Ini hanya titik pijak awal untuk memahami:
- kenapa banyak orang merasa lelah
- tanpa tahu harus menyalahkan siapa


Posting Komentar untuk "Kenapa Banyak Orang Merasa Hidupnya Capek, Padahal Tidak Sedang Gagal ?"