Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa Brand & Advertiser Kini Lebih Hati-hati Memilih Konten ?

Mengapa Brand & Advertiser Kini lebih hati-hati memilih konten? Gambar: gorbysaputra.com
Mengapa Brand & Advertiser Kini lebih hati-hati memilih konten?
Gambar: gorbysaputra.com

Bagaimana Brand & Advertiser Memilih Media, Kreator, dan Konten untuk Kerja Sama Iklan?

Dunia Brand & Iklan yang Sedang Berubah

Dunia brand dan periklanan tidak berubah secara tiba-tiba. Ia bergerak perlahan, mengikuti perubahan perilaku manusia, teknologi, dan cara orang mempercayai sesuatu. Dulu, iklan identik dengan layar besar, artis terkenal, dan biaya produksi yang tinggi. 
  • Hari ini, iklan bisa lahir dari blog sederhana, video pendek, atau kanal kecil yang audiensnya terasa nyata dan hidup.
Perubahan ini membuat banyak pihak—pemilik brand, tim marketing, BA, hingga kreator—mulai bertanya: 
  • bagaimana sebenarnya brand memilih media dan kreator?
  • Apa yang dinilai?
  • Apa yang dihindari?
  • Dan ke mana arah dunia iklan akan bergerak?
Tulisan ini disusun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu secara runtut, mudah dipahami, dan relevan bagi berbagai level:

dari yang baru mengenal dunia brand hingga yang sudah lama berada di dalamnya.

Perjalanan Singkat Dunia Brand & Periklanan

Era Produksi Mahal dan Media Terbatas

Pada fase awal, iklan bergantung pada media besar:
  • televisi,
  • radio,
  • surat kabar,
  • dan billboard.
  • Biaya produksi tinggi,
  • ruang terbatas,
dan komunikasi bersifat satu arah. Brand berbicara, audiens mendengar.
Kepercayaan dibangun melalui frekuensi tayang dan figur publik. Semakin sering muncul, semakin dianggap kredibel.

Era Digital Awal: Website dan Banner

  • Masuknya internet membawa perubahan. Brand mulai hadir di website, portal berita, dan forum. Banner ads, advertorial, dan email marketing menjadi primadona. Namun pendekatannya masih mirip: kuantitas dan jangkauan.

Era Media Sosial dan Kreator

  • Ketika media sosial berkembang, muncul fenomena baru: individu dengan audiens sendiri. Blog niche, YouTube channel, Instagram, hingga TikTok membuka ruang bagi konten yang terasa lebih personal. Di sinilah brand mulai menyadari bahwa kepercayaan tidak selalu datang dari media besar.

Cara Brand & Advertiser Berpikir Saat Ini

Pertanyaan Utama yang Sering Digunakan

Hari ini, brand tidak lagi bertanya:
  • “Media ini besar atau kecil?”
Mereka bertanya:
  • Apakah audiensnya relevan?
  • Apakah kontennya konsisten?
  • Apakah aman untuk reputasi brand?
Ukuran bukan satu-satunya penentu. Konteks dan kredibilitas menjadi faktor utama.

Mengapa Kepercayaan Menjadi Mata Uang Baru

  • Kepercayaan sulit dibangun dan mudah runtuh. Satu konten yang salah bisa menimbulkan dampak jangka panjang. Karena itu, brand semakin berhati-hati dalam memilih tempat mereka hadir.
Blog dengan pembaca setia atau channel kecil dengan diskusi aktif sering kali dinilai lebih stabil dibanding akun besar dengan interaksi dangkal.

Peran Platform dalam Ekosistem Iklan

Blog dan Website

Blog masih memiliki posisi kuat, terutama untuk:
  • edukasi produk
  • penjelasan mendalam
  • referensi jangka panjang
Konten blog sering menjadi bahan pertimbangan sebelum pembelian, terutama untuk produk yang membutuhkan pemahaman.

YouTube (Long dan Short)

  • Video panjang berfungsi membangun pemahaman dan narasi. Video pendek berfungsi memancing perhatian. Brand melihat keduanya sebagai satu ekosistem, bukan pilihan yang saling meniadakan.

Media Sosial Lainnya

  • Platform sosial berperan dalam distribusi, penguatan pesan, dan interaksi cepat. Namun nilainya tetap bergantung pada kualitas audiens, bukan sekadar angka.

Bagaimana Brand Menilai Media dan Kreator ?

Hal yang Dilihat Secara Umum

  • Konsistensi topik
  • Gaya komunikasi
  • Riwayat konten sebelumnya
  • Interaksi audiens

Hal yang Sering Diwaspadai

  • Lonjakan engagement yang tidak wajar
  • Konten terlalu generik
  • Perubahan arah yang tidak jelas

Brand cenderung menghindari risiko, bukan sekadar mengejar viral.

Dari Anggaran hingga Kerja Sama

Pola Pengeluaran Iklan yang Berubah

  • Dulu, anggaran besar terserap di produksi. Kini, produksi bisa efisien, sementara biaya dialihkan ke distribusi dan relasi jangka panjang.

Bentuk Kerja Sama yang Umum

  • penempatan produk dalam konten
  • kerja sama konten berkelanjutan
  • kolaborasi narasi
Pendekatan ini dinilai lebih alami dan tahan lama.

Peran BA dan Tim Pengelola Brand

BA dan tim internal menjadi jembatan antara brand dan kreator. Mereka memastikan pesan tidak melenceng, citra tetap terjaga, dan kerja sama berjalan sesuai nilai yang disepakati.

Peran ini semakin penting seiring kompleksnya kanal komunikasi.
  • Arah Dunia Brand & Iklan ke Depan
Ke depan, dunia iklan akan semakin:

  • berbasis konteks
  • selektif
  • berorientasi jangka panjang
Konten yang terasa manusiawi, relevan, dan konsisten akan bertahan lebih lama dibanding konten yang hanya mengejar perhatian sesaat.
Dunia brand dan periklanan bukan lagi soal siapa yang paling keras berbicara, tetapi siapa yang paling bisa dipercaya. Media, kreator, dan brand kini berada dalam satu ekosistem yang saling bergantung.

Memahami cara berpikir ini membantu semua pihak—pemula hingga profesional—melihat posisi mereka dengan lebih jernih dan realistis.

Posting Komentar untuk "Mengapa Brand & Advertiser Kini Lebih Hati-hati Memilih Konten ?"