Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ROAS vs MER: Mana yang Lebih Akurat untuk Mengukur Profit Iklan Digital?

 

ROAS vs MER: Mana yang Lebih Akurat untuk Mengukur Profit Iklan Digital? Gambar : gorbysaputra.com
ROAS vs MER: Mana yang Lebih Akurat untuk Mengukur Profit Iklan Digital?
Gambar : gorbysaputra.com

ROAS vs MER: Mana yang Sebenarnya Mengukur Profit Secara Real?

Banyak advertiser merasa kampanye mereka “profitable” karena ROAS tinggi. Namun saat melihat laporan keuangan, hasilnya tidak seindah dashboard.

Di sinilah perdebatan antara ROAS dan MER menjadi penting.

Jika Anda menjalankan iklan melalui platform seperti Meta atau Google, memahami dua metrik ini bisa menentukan apakah Anda benar-benar untung atau hanya terlihat untung.

Apa Itu ROAS?

ROAS (Return on Ad Spend) adalah rasio antara pendapatan yang dihasilkan dari iklan dibandingkan dengan biaya iklan tersebut.

Rumus sederhana:

  • ROAS = Revenue dari Ads ÷ Biaya Iklan

Contoh:

  • Jika Anda mengeluarkan 5 juta dan menghasilkan 20 juta, maka ROAS = 4x.

Artinya setiap 1 rupiah menghasilkan 4 rupiah.

Masalahnya?

ROAS hanya menghitung performa channel tertentu, bukan keseluruhan bisnis.

Apa Itu MER?

MER (Marketing Efficiency Ratio) mengukur total revenue dibanding total biaya marketing.

Rumus:

  • MER = Total Revenue ÷ Total Biaya Marketing

MER tidak hanya melihat satu campaign atau satu platform, tetapi keseluruhan sistem marketing.

Jika bisnis Anda:

  • Menggunakan influencer
  • Menggunakan email marketing
  • Menggunakan paid ads
  • Menggunakan organic traffic

Semua biaya dihitung dalam MER.

MER memberikan gambaran profitabilitas bisnis secara menyeluruh.

Kenapa ROAS Bisa Menyesatkan?

Banyak advertiser mengalami kondisi seperti ini:

  • ROAS tinggi di dashboard
  • Namun profit bisnis stagnan
  • Cashflow terasa ketat
  • Biaya operasional tidak tertutup

Ini terjadi karena:

  • ROAS tidak menghitung biaya lain seperti tim, tools, agensi.
  • ROAS tidak menghitung dampak branding jangka panjang.
  • ROAS sering bias oleh atribusi platform.

Platform ads cenderung mengklaim kredit konversi sebanyak mungkin.

Karena itu, ROAS tinggi tidak selalu berarti bisnis sehat.

Kenapa MER Lebih Realistis untuk Scaling?

Ketika Anda ingin scaling budget, pertanyaan terpenting bukan:

  • “Berapa ROAS campaign ini?”

Tetapi:

  • “Apakah sistem marketing saya tetap profitable saat budget dinaikkan?”

MER membantu menjawab pertanyaan ini.

  • Jika MER tetap stabil atau meningkat saat budget naik, sistem Anda sehat.
  • Jika MER turun drastis, berarti scaling tidak efisien.

Kapan Harus Fokus ke ROAS?

ROAS tetap penting dalam kondisi:

  • Testing creative
  • Optimasi campaign level
  • Evaluasi audience
  • A/B testing

  • ROAS adalah metrik mikro.
  • MER adalah metrik makro.

Keduanya bukan musuh. Keduanya digunakan di level yang berbeda.

Strategi Profesional: Gunakan ROAS untuk Optimasi, MER untuk Keputusan Bisnis

Struktur yang sehat:

  • Optimasi campaign menggunakan ROAS.
  • Evaluasi sistem menggunakan MER.
  • Scaling berdasarkan stabilitas MER.
  • Pantau margin bersih, bukan hanya revenue.
  • Advertiser profesional tidak hanya melihat dashboard ads.

Mereka melihat laporan keuangan.

Posting Komentar untuk "ROAS vs MER: Mana yang Lebih Akurat untuk Mengukur Profit Iklan Digital?"