Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bayar Iklan Lah! Jangan Cuma Optimasi Teknis, Biar Produk Laku

Ada nasihat yang terdengar sangat praktis:

"Kalau mau produk laku, bayar iklan. Jangan cuma sibuk optimasi teknis."

Ada benarnya.

Tetapi kalau kalimat tersebut dianggap sebagai solusi universal, masalah baru justru muncul.

Karena iklan bisa mendatangkan perhatian, tetapi perhatian bukan pembelian.

Seseorang bisa melihat iklan.
Seseorang bisa mengklik iklan.
Seseorang bahkan bisa masuk ke halaman produk.

Tetapi belum tentu membeli.

Jadi pertanyaannya bukan:

"Iklan atau optimasi?"

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

"Masalah bisnis kita sebenarnya ada di mana?"

---
Iklan Itu Mempercepat Distribusi Perhatian

Cara paling sederhana memahami iklan adalah seperti ini.

Ada sebuah toko baru.
Tidak banyak orang tahu toko tersebut.

Pemiliknya membayar agar informasi toko tersebut ditampilkan kepada calon pembeli.

Itulah fungsi dasar iklan:

membeli distribusi perhatian.

Iklan dapat membantu mempercepat orang mengetahui:

- produk,
- jasa,
- promo,
- brand,
- event,
- aplikasi,
- toko.

Namun setelah orang melihatnya, masih ada pertanyaan:

"Lalu?"
---
Orang Melihat Iklan Belum Berarti Membutuhkan Produk

Misalnya seseorang melihat iklan:

"Sepatu diskon 50%."

Dia mungkin berpikir:

"Menarik."

Tetapi belum tentu membeli.

Karena mungkin:

- tidak sedang membutuhkan sepatu,
- tidak punya uang,
- tidak suka modelnya,
- tidak percaya tokonya,
- menemukan harga lebih murah,
- ukuran tidak tersedia,
- ongkos kirim mahal.

Maka iklan hanya menyelesaikan sebagian masalah:

membawa perhatian.

Ia tidak otomatis menyelesaikan seluruh alasan seseorang membeli.
---
Ini Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Digital Marketing

Ketika penjualan turun, sebagian bisnis langsung berkata:
"Tambah budget iklan."

Penjualan turun lagi:
"Tambah budget lagi."

Padahal masalahnya mungkin bukan jumlah orang yang datang.

Bisa jadi masalahnya ada di:

- produk,
- harga,
- positioning,
- halaman penjualan,
- pelayanan,
- reputasi,
- metode pembayaran,
- kualitas leads,
- atau pengalaman pelanggan.

Menambah traffic ke tempat yang bermasalah tidak selalu menyelesaikan masalah.

Kadang justru memperbesar masalah.
---
Contoh Sederhana

Bayangkan sebuah toko memiliki tingkat pembelian sangat rendah.

Kemudian mendapatkan:

1.000 pengunjung.
Hanya 5 orang membeli.

Kemudian pemilik toko memasang iklan besar sehingga mendapatkan:

10.000 pengunjung.
Kalau tingkat konversinya tetap sama, pembelinya mungkin memang bertambah.

Tetapi biaya mendapatkan 10.000 pengunjung juga bertambah.

Sekarang pertanyaan bisnisnya:

Apakah tambahan keuntungan lebih besar daripada biaya iklannya?

Inilah alasan mengapa iklan harus dihitung sebagai investasi, bukan sekadar tombol:

"Promosikan sekarang."
---
Jangan Membenci Iklan, Jangan Juga Mendewakan Iklan

Iklan mempunyai fungsi yang sangat penting.

Untuk produk baru, iklan dapat membantu mendapatkan perhatian lebih cepat.
Untuk promosi tertentu, iklan bisa mempercepat distribusi.
Untuk bisnis yang mempunyai angka konversi sehat, iklan dapat menjadi mesin akuisisi.
Untuk kampanye yang waktunya terbatas, iklan bisa sangat efektif.

Tetapi iklan bukan pengganti:

- produk yang buruk,
- harga yang tidak masuk akal,
- pelayanan buruk,
- halaman produk yang membingungkan,
- reputasi buruk,
- dan pengalaman pelanggan yang buruk.
---
Lalu Apa Peran Optimasi?

Optimasi mempunyai karakter berbeda.

Sebagian optimasi bekerja untuk memperoleh manfaat tanpa harus terus membeli setiap kunjungan.

Contohnya konten yang sudah ditemukan orang melalui mesin pencari.

Sebuah artikel yang dibuat hari ini mungkin masih ditemukan beberapa bulan atau tahun kemudian.
Halaman produk yang terstruktur dengan baik bisa membantu pengguna memahami produk.
Website yang mudah digunakan bisa mengurangi hambatan.
Konten yang menjawab pertanyaan calon pelanggan bisa membangun pemahaman.

Jadi optimasi bukan sekadar:

"supaya ranking."

Optimasi juga bisa berarti:

"supaya proses menemukan, memahami, memilih, dan menggunakan sesuatu menjadi lebih mudah."
---
Iklan dan Optimasi Seharusnya Tidak Dipertentangkan

Daripada:
Iklan vs SEO

lebih masuk akal:
Iklan + SEO + Content + Conversion + Customer Experience.

Contohnya:
Iklan
Mendatangkan perhatian dengan cepat.

SEO
Membantu ditemukan melalui pencarian yang relevan.

Content
Membantu calon pelanggan memahami masalah dan solusi.

Conversion optimization
Membuat tindakan berikutnya lebih mudah.

Sales
Membantu calon pelanggan yang membutuhkan interaksi lebih lanjut.

Customer service
Mengurangi keraguan dan membantu setelah pembelian.

Retention
Membuat pelanggan mempunyai alasan untuk kembali.

Masing-masing mempunyai fungsi berbeda.
---
Bagaimana Kalau Budget Terbatas?

Ini justru pertanyaan yang lebih realistis.

Tidak semua bisnis mempunyai uang untuk membakar budget iklan setiap hari.

Maka jangan langsung berpikir:
"Tidak punya budget iklan berarti tidak bisa mendapatkan pelanggan."

Tidak sesederhana itu.
Ada beberapa aset yang bisa dibangun:

- konten,
- website,
- komunitas,
- database pelanggan,
- reputasi,
- ulasan,
- referral,
- organic search,
- media sosial,
- hubungan dengan pelanggan.

Tetapi semuanya juga membutuhkan biaya dalam bentuk lain:

waktu, tenaga, kemampuan, konsistensi, dan pengelolaan.

Jadi jangan pula menganggap organik berarti gratis.

Gratis uang bukan berarti gratis biaya.
---
Bagaimana Menentukan Harus Iklan atau Optimasi?

Gunakan pertanyaan sederhana.

Pertanyaan pertama:
Apakah produk memang dibutuhkan?

Kalau tidak, jangan berharap iklan menyelamatkan produk.

Pertanyaan kedua:
Apakah target konsumennya jelas?

Kalau tidak jelas, iklan bisa menjadi pemborosan.

Pertanyaan ketiga:
Apakah orang memahami manfaat produknya?

Kalau tidak, perbaiki komunikasi.

Pertanyaan keempat:
Apakah orang percaya?

Kalau tidak, perbaiki bukti, reputasi, ulasan, transparansi, dan pengalaman.

Pertanyaan kelima:
Apakah proses pembelian mudah?

Kalau tidak, jangan buru-buru menambah traffic.

Pertanyaan keenam:
Apakah secara ekonomi iklan masuk akal?

Hitung:
biaya mendapatkan pelanggan dibandingkan nilai pelanggan tersebut.

Barulah keputusan iklan menjadi lebih rasional.

---
Jangan Hanya Mengukur Klik

Klik memang penting.

Tetapi klik bukan tujuan akhir untuk banyak bisnis.

Misalnya:
100.000 impression

menghasilkan:
5.000 klik

kemudian:
10 pembelian.

Pertanyaannya bukan cuma:
"Bagaimana meningkatkan klik?"

Tetapi:
"Mengapa 4.990 orang yang sudah datang tidak membeli?"

Pertanyaan kedua jauh lebih dekat dengan persoalan bisnis.
---
Bagaimana dengan Customer Loyal?

Ini bagian yang sering dilupakan oleh iklan.

Iklan biasanya sangat kuat dalam mencari perhatian dan calon pelanggan baru.

Tetapi pelanggan yang loyal tidak selalu muncul hanya karena melihat iklan berkali-kali.

Loyalitas biasanya berkaitan dengan pengalaman:

- produk sesuai harapan,
- pelayanan baik,
- transaksi mudah,
- masalah ditangani,
- kualitas konsisten,
- komunikasi jelas,
- pelanggan merasa mendapatkan nilai.

Karena itu:

mendapatkan pelanggan dan mempertahankan pelanggan adalah dua pekerjaan yang berbeda.

---
Bahkan Iklan yang Bagus Bisa Menjadi Masalah

Bayangkan iklan sangat menarik.

Video luar biasa.
Copywriting bagus.
Klik tinggi.

Tetapi produk sebenarnya biasa saja.

Orang membeli karena ekspektasinya dibentuk oleh iklan.

Setelah menerima produk, ternyata tidak sesuai.

Apa yang terjadi?

Mungkin:

- refund,
- komplain,
- ulasan buruk,
- pelanggan tidak kembali,
- reputasi turun.

Maka iklan yang terlalu bagus dibandingkan kenyataan juga bisa menjadi bumerang.

Marketing mendatangkan harapan. Produk harus memenuhi harapan tersebut.

---
Jadi Mana yang Lebih Penting: Iklan atau Optimasi?

Pertanyaan ini sebenarnya keliru.

Karena keduanya menjawab masalah yang berbeda.

Kalau masalahnya:
"Tidak ada yang mengetahui produk ini."

Iklan mungkin membantu.

Kalau masalahnya:
"Orang mencari produk ini tetapi website kita sulit ditemukan."

Optimasi pencarian mungkin membantu.

Kalau masalahnya:
"Orang sudah datang tetapi tidak memahami produknya."

Content dan komunikasi perlu diperbaiki.

Kalau masalahnya:
"Orang sudah tertarik tetapi tidak membeli."

Periksa conversion, harga, trust, UX, dan penawarannya.

Kalau masalahnya:
"Orang sudah membeli tetapi tidak kembali."

Masalahnya masuk ke pengalaman pelanggan, produk, pelayanan, dan retention.

Dengan kata lain:
Jangan membeli solusi sebelum mengetahui masalahnya.

---
Kalimat:

"Bayar iklan saja biar laku"

terdengar praktis.

Tetapi dalam bisnis digital, itu bukan jawaban lengkap.

Iklan bisa mempercepat datangnya perhatian.
Optimasi bisa memperbaiki kemampuan ditemukan, dipahami, dan digunakan.
Content bisa membantu manusia memahami.
Conversion optimization bisa mengurangi hambatan untuk bertindak.
Sales bisa membantu proses keputusan.
Customer experience menentukan apakah pengalaman setelah pembelian sesuai harapan.
Retention membantu menciptakan pembelian berikutnya.

Jadi bisnis yang sehat bukan memilih:
iklan atau optimasi.

Melainkan memahami:
masalah apa yang sedang terjadi, kemudian menggunakan alat yang memang cocok untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Karena kalau produknya tidak cocok, iklan tidak menyelesaikannya.

Kalau orang tidak percaya, traffic tambahan tidak otomatis menyelesaikannya.
Kalau halaman penjualan membingungkan, mendatangkan lebih banyak pengunjung hanya memperbanyak orang yang kebingungan.

Dan kalau pelanggan kecewa setelah membeli, iklan berikutnya hanya membuat kita kembali mencari pelanggan baru.

Optimasi bukan lawan iklan. Iklan juga bukan musuh optimasi. Keduanya hanyalah alat dalam perjalanan yang lebih besar: menemukan orang yang tepat, memberikan nilai yang tepat, memudahkan keputusan, dan menciptakan alasan agar pelanggan mau kembali.

Posting Komentar untuk "Bayar Iklan Lah! Jangan Cuma Optimasi Teknis, Biar Produk Laku"