Dari Keyword ke Bahasa Kebutuhan Manusia
Ada satu kemampuan yang sering terlihat terlalu sederhana ketika belajar SEO:
«memahami cara manusia mengatakan kebutuhannya.»
Padahal kemampuan ini bisa dibawa jauh melampaui blogging.
Seseorang tidak selalu berkata:
«“Saya mempunyai informational search intent.”»
Tidak.
Dia berkata:
«“Ini apa?”»
«“Caranya bagaimana?”»
«“Berapa harganya?”»
«“Di mana tempatnya?”»
«“Benar nggak?”»
«“Yang mana lebih bagus?”»
«“Aman nggak?”»
«“Bisa nggak?”»
Kalimat sederhana seperti itulah yang sebenarnya perlu dipahami.
Kata Tanya Bisa Menjadi Petunjuk
Perhatikan:
“Apa?”
Biasanya ingin mengetahui atau mengenal sesuatu.
«Apa itu SEO?»
“Mengapa?”
Biasanya ingin mengetahui penyebab.
«Mengapa website saya turun?»
“Bagaimana?”
Biasanya ingin mengetahui cara.
«Bagaimana membuat blog?»
“Berapa?”
Biasanya berkaitan dengan harga, jumlah, ukuran, waktu, atau biaya.
«Berapa harga jasa SEO?»
“Di mana?”
Biasanya mencari lokasi atau tempat.
«Di mana service laptop?»
“Siapa?”
Biasanya mencari orang atau pihak.
«Siapa yang bisa mengoptimasi website?»
“Mana?”
Biasanya membandingkan pilihan.
«Mana lebih bagus, SEO atau Ads?»
Sangat sederhana.
Tetapi justru berguna.
Ada Kata yang Menunjukkan Kekhawatiran
Perhatikan kata:
«aman;»
«asli;»
«resmi;»
«terpercaya;»
«murah;»
«cepat;»
«terbaik;»
«gratis;»
«awet.»
Kata-kata ini bukan sekadar tambahan.
Mereka memberi petunjuk mengenai pertimbangan manusia.
Orang yang mengetik:
«“laptop murah”»
berbeda dengan:
«“laptop murah tapi awet”.»
Yang kedua bukan hanya mencari harga rendah.
Dia sedang mempertimbangkan ketahanan.
Ada Orang yang Tidak Menggunakan Bahasa Teknis
Ini sangat penting bagi orang yang ingin menjadi SEO Specialist.
Seorang SEO Specialist mungkin berkata:
«“Technical SEO.”»
Pemilik website berkata:
«“Kenapa website saya nggak muncul?”»
SEO Specialist berkata:
«“Conversion rate rendah.”»
Pemilik bisnis berkata:
«“Banyak yang datang tapi nggak ada yang beli.”»
SEO Specialist berkata:
«“Content cannibalization.”»
Pemilik website berkata:
«“Kenapa artikel saya seperti saling berebut?”»
Artinya, profesional perlu bisa menerjemahkan dua bahasa:
«bahasa manusia dan bahasa teknis.»
Bahasa Manusia → Masalah Teknis
Klien berkata:
«“Website saya sepi.”»
Jangan langsung menjawab.
Cari tahu:
«sepi dari mana?»
Apakah trafik turun?
Tidak pernah ada trafik?
Pengunjung salah sasaran?
Produk tidak menarik?
Tidak ada yang membeli?
Website sulit digunakan?
Bisa jadi masalahnya bahkan bukan SEO.
Masalah Teknis → Bahasa Manusia
Setelah menemukan masalah, jangan membuat klien tenggelam dalam istilah.
Misalnya daripada hanya berkata:
«“CTR halaman Anda rendah.”»
Bisa dijelaskan:
«“Halaman ini sebenarnya muncul di hasil pencarian, tetapi banyak orang tidak tertarik membuka hasil tersebut. Kita perlu melihat judul dan tampilannya.”»
Sekarang klien memahami persoalannya.
Inilah Mengapa "Expert" Tidak Sama dengan Banyak Istilah
Seseorang bisa hafal:
«crawling;»
«indexing;»
«canonical;»
«schema;»
«backlink;»
«entity;»
«semantic search;»
«technical SEO.»
Tetapi ketika ditanya:
«“Jadi masalah website saya apa?”»
dia tidak mampu menjelaskan.
Itu berarti kemampuan teknisnya belum tentu sejalan dengan kemampuan komunikasinya.
Manusia Tidak Selalu Bertanya dengan Rapi
Contohnya:
«“Blog udah lama tapi nggak menghasilkan.”»
Kalimat ini tidak terlihat seperti keyword yang bagus.
Tetapi sebenarnya sangat kaya.
Di dalamnya terdapat:
«masalah;»
«harapan;»
«pengalaman;»
«kekecewaan;»
«kemungkinan kebutuhan ekonomi.»
Itu dapat menjadi:
- topik artikel;
- bahan riset;
- pertanyaan klien;
- masalah jasa;
- materi pelatihan.
Karena Itu, Dengarkan Cara Orang Berbicara
Komentar.
Pertanyaan.
Keluhan.
Chat.
Review.
Pertanyaan calon pembeli.
Pertanyaan pelanggan.
Semua dapat menunjukkan:
«bahasa kebutuhan manusia.»
Dan kemampuan ini tidak hanya berguna untuk SEO.
Ia berguna ketika membuat:
«website;»
«media sosial;»
«marketplace;»
«aplikasi;»
«iklan;»
«email;»
«landing page;»
«katalog;»
«bahkan produk.»
Jangan Hanya Bertanya "Apa Keyword-nya?"
Naikkan pertanyaannya menjadi:
«“Apa yang sebenarnya ingin dilakukan orang ini?”»
Kemudian:
«“Mengapa?”»
Lalu:
«“Informasi apa yang dibutuhkan?”»
Lalu:
«“Bagaimana informasi itu sebaiknya disampaikan?”»
Di titik itu kita mulai memahami bahwa SEO bukan hanya persoalan kata.
SEO berhubungan dengan:
«manusia;»
«bahasa;»
«informasi;»
«konteks;»
«platform;»
«tindakan.»
Dan itulah kemampuan yang bisa dibawa ke mana-mana.

Posting Komentar untuk "Dari Keyword ke Bahasa Kebutuhan Manusia"