Sebelum Belajar SEO, Pahami Dulu Mengapa Orang Mencari Sesuatu
![]() |
| Sebelum belajar SEO, pahami dulu mengapa orang mencari sesuatu? Gambar : gorbysaputra.com |
Ada satu kesalahan yang cukup mudah terjadi ketika seseorang baru masuk dunia blogging dan SEO.
Baru belajar sedikit, langsung mencari keyword.
- Kemudian melihat volume pencarian.
- Setelah itu mencari keyword yang dianggap bagus, membuat artikel, memasukkan keyword ke judul, heading, paragraf, lalu berharap halaman tersebut mendapatkan pengunjung.
Tidak salah.
- Tetapi ada satu hal yang sering dilewati.
Siapa sebenarnya yang menggunakan keyword tersebut?
Sebab di balik setiap pencarian, ada manusia.
- Dan manusia tidak mencari sesuatu hanya karena ingin menghasilkan keyword.
Manusia mencari karena punya kebutuhan.
- Orang Tidak Mencari Keyword, Mereka Mencari Sesuatu
Misalnya seseorang mengetik:
- «“harga laptop 5 juta”»
Yang terlihat adalah keyword.
Tetapi kebutuhan di belakangnya bisa jauh lebih panjang:
- «“Saya punya uang sekitar lima juta. Laptop apa yang bisa saya beli?”»
Orang lain mengetik:
- «“service laptop terdekat”»
Kebutuhannya berbeda.
Dia mungkin tidak sedang ingin membaca sejarah laptop atau penjelasan panjang tentang teknologi komputer.
Dia ingin tahu:
- «“Saya harus pergi ke mana?”»
Begitu juga ketika seseorang mengetik:
- «“cara membuat blog”»
Dia mungkin sedang belajar.
Sedangkan:
- «“jasa membuat website”»
lebih mungkin menunjukkan kebutuhan untuk mencari orang lain yang bisa mengerjakan.
Kata-katanya berbeda karena kebutuhannya berbeda.
Ada Orang yang Ingin Tahu
Misalnya:
- «Apa itu SEO?»
- «Apa itu backlink?»
- «Mengapa website tidak muncul di Google?»
Mereka membutuhkan penjelasan.
Maka konten yang dibuat harus membantu mereka memahami.
Jangan langsung menjual.
Ada Orang yang Ingin Melakukan Sesuatu
Contohnya:
- «Cara membuat blog.»
- «Cara memasang Google Analytics.»
- «Cara membuat invoice.»
- «Cara memperbaiki website.»
Mereka tidak hanya membutuhkan pengertian.
Mereka membutuhkan langkah.
Karena itu, artikel yang tepat bukan hanya menjelaskan “apa”, tetapi juga “bagaimana”.
Ada Orang yang Ingin Membeli
Contohnya:
- «Harga jasa SEO.»
- «Laptop terbaik untuk kerja.»
- «Kamera untuk pemula.»
- «Hosting murah.»
Di sini manusia mulai mempertimbangkan uang.
Maka informasi yang dibutuhkan berubah menjadi:
- harga;
- kualitas;
- fitur;
- kelebihan;
- kekurangan;
- pilihan;
- risiko;
- garansi;
- tempat membeli.
Ada Orang yang Sedang Membandingkan
Misalnya:
«Blogger vs WordPress.»
«SEO vs iklan.»
«Laptop A vs Laptop B.»
- Dia belum tentu ingin membeli sesuatu saat itu juga.
- Dia sedang mencari alasan untuk menentukan pilihan.
Maka kontennya harus membantu membandingkan, bukan sekadar memuji salah satunya.
Ada Orang yang Hanya Ingin Memastikan
Ini juga penting.
Seseorang bisa mengetik:
- «“Apakah backlink masih berguna?”»
Dia mungkin sudah mendengar bahwa backlink penting.
Tetapi dia ingin memastikan.
Atau:
- «“Benarkah website baru susah mendapatkan trafik?”»
Dia sedang mencari kepastian.
Maka jawabannya tidak seharusnya dibuat terlalu mutlak.
Ada fakta, kondisi, batasan, dan konteks yang perlu dijelaskan.
Ada Orang yang Sedang Mengeluh
Ini justru sering menjadi sumber informasi yang sangat menarik.
Misalnya:
- «“Blog saya sudah tiga tahun tapi nggak menghasilkan.”»
Bagi sebagian orang, itu hanya keluhan.
Tetapi kalau diperhatikan lebih dalam, ada banyak pertanyaan di belakangnya.
- Apakah tidak ada pengunjung?
- Apakah ada pengunjung tetapi tidak ada uang?
- Apakah AdSense ditolak?
- Apakah artikelnya tidak mendapatkan ranking?
- Apakah topiknya tidak mempunyai pasar?
- Apakah sudah mencoba jasa backlink?
- Apakah tidak tahu cara mendapatkan klien?
Satu kalimat bisa menyimpan banyak masalah.
Karena Itu, Keyword Bukan Tujuan Akhir
- Keyword sebaiknya dilihat sebagai petunjuk.
Ia membantu kita melihat bagaimana seseorang mengungkapkan kebutuhannya.
Bukan sekadar kata yang harus dimasukkan berulang kali ke artikel.
Kalau seseorang mencari:
- «“harga jasa SEO”»
jangan hanya berpikir:
- «“Bagaimana memasukkan keyword ini ke artikel?”»
Coba berpikir:
- «“Apa yang sebenarnya ingin diketahui orang ini?”»
Mungkin dia ingin tahu:
- «berapa biaya?»
Kemudian:
- «apa yang dikerjakan?»
Lalu:
- «berapa lama?»
Lalu:
- «hasilnya seperti apa?»
Lalu:
- «apakah ada garansi?»
Lalu:
- «apa yang terjadi kalau hasilnya tidak sesuai?»
Sekarang kita sudah tidak lagi sekadar membicarakan keyword.
Kita sedang membicarakan kebutuhan manusia.
Inilah Dasar yang Sebaiknya Dibawa Seorang Blogger
Sebelum sibuk memikirkan keyword, biasakan bertanya:
- Orang ini ingin apa?
- Mengapa dia mencarinya?
- Apa yang membuatnya ragu?
- Informasi apa yang sebenarnya dia butuhkan?
- Setelah mendapatkan informasi itu, apa yang kemungkinan ingin dia lakukan?
Kalau kebiasaan berpikir ini sudah terbentuk, belajar SEO menjadi jauh lebih mudah.
Sebab Anda tidak lagi melihat pencarian hanya sebagai:
- «kata + volume + ranking.»
Anda mulai melihatnya sebagai:
- «manusia + kebutuhan + bahasa + informasi.»
Dan dari situlah blogging mulai mempunyai arah yang lebih jelas.
SEO kemudian menjadi alat untuk membantu informasi tersebut ditemukan.
Bukan tujuan hidup sebuah artikel.


Posting Komentar untuk "Sebelum Belajar SEO, Pahami Dulu Mengapa Orang Mencari Sesuatu"